Media Lama vs Media Baru

Media Lama vs Media Baru

Jumat, 20 Oktober 2017

Pernahkah kita mendengar mengenai gelombang peradaban manusia? Alvin Toffler telah menjelaskan tentang gelombang peradaban manusia dengan membagi tiga gelombang peradaban. Gelombang pertama adalah masyarakat agraris, di mana manusia telah mampu mengelola sumberdaya alam. Gelombang kedua adalah masyarakat industri, era ini ditandai dengan kebangkitan mesin dan pabrik yang bermula pada revolusi industri di Inggris. Dan gelombang yang ketiga adalah masyarakat informasi, di mana informasi menjadi menjadi modal mencapai keberhasilan dan era masyarakat ditandai dengan perkembangan teknologi komunikasi.

Pekembangan teknologi komunikasi sebenarnya bukan diawali dengan mesin-mesin komunikasi elektronik. Namun perkembangan teknologi komunikasi ditandai dengan kecakapan manusia berinteraksi melalui tulisan. Seluruh pesan yang disampaikan dengan menggunakan kumpulan huruf yang menggantikan interaksi manusia yang awalnya melalui gambar dan lambang. Walaupun interaksi melalui tulisan kala itu masih menggunakan media kulit binatang dan batu arca namun mampu menjadi cikal bakal ilmu pengetahuan.

Perkembangan teknologi komunikasi selanjutnya ditandai dengan ditemukannya mesin cetak oleh Johannes Gutenberg, asal Jerman, mesin cetak yang ditemukan Gutenberg menjadi salah satu faktor pendorong untuk kebangkitan Eropa (renaissance). Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan maka berdampak pada banyaknya penemuan teknologi komunikasi, seperti Samuel Morse dengan telegram listrik, Grahambell dengan telepon, John Logie Baird dengan televisi, Charles Babbage dengan komputer.

Penjelasan di atas sedikit banyak menggambarkan tentang perkembangan teknologi komunikasi. Teknolologi komunikasi jika didefinisikan secara sederhana adalah alat bantu untuk menyampaikan pesan dan akhirnya menjadi sebuah interaksi. Alat bantu untuk menyampaikan pesan biasa disebut dengan media yang berasal dari kata mediasi. Media yang sering kita dengar adalah media cetak dan elektronik. Namun ilmuwan asal USA Leonard Kleinrock berhasil menemukan jaringan komunikasi digital, lebih dikenal dengan sebutan internet dan berperannya sebagi media baru. Sehingga media cetak dan elektronik dapat digolongkan sebagai media lama.

Apakah media baru akan menggantikan media lama? Setelah ditemukannya media komunikasi elektronik maka media komunikasi cetak belum tergantikan hingga saat ini. Media cetak seperti suratkabar, majalah, tabloid  masih tetap eksis walaupun pengguna media elektronik lebih mendominasi di masyarakat. Pengguna media baru atau internet semakin tumbuh namun media elektronik seperti televisi dan radio masih banyak diminati. Kita tidak dapat bilang bahwa media baru mampu menggantikan media lama.

Kenapa media lama masih tetap bertahan.

Media lama masih tetap bertahan karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan media baru. Setiap karakteristik yang dimiliki masing-masing media akan berpengaruh pada audiens pengguna media tersebut. Sebagai contoh masyarakat yang berada pada kelompok umur 40 tahun ke atas lebih senang mengkonsumsi televisi atau suratkabar berbeda dengan masyarakat pada kelompok umur 15-30 tahun lebih sering mengkonsumsi internet dibandingkan media lama. Namun faktor umur bukan menjadi penentu kunci dalam mengkonsumsi media. Dalam kondisi mengendarai mobil biasanya seluruh kelompok umur lebih sering mengkonsumsi radio dibandingkan internet maupun televisi.

Media baru memang tidak menggantikan peran dari media lama namun media baru menjadi pelengkap bagi media lama. Ketika kita mengendarai mobil sambil mendengarkan radio, menonton iklan di televisi, membaca iklan di koran tidak jarang pesan yang disampaikan oleh media untuk mengarahkan audiens mengunjungi halaman web yang dimiliki perusahaan. Iklan yang ditayangkan di radio, televisi dan surat kabar memiliki keterbatasan informasi. Halaman yang disediakan oleh perusahaan media hanya terbatas oleh beberapa karakter atau durasi. Sehingga informasi yang disajikan dengan beriklan di media lama tidak dapat menjelaskan profil perusahaan kita secara detail. Sehingga banyak perusahaan mengemas informasi iklannya untuk mengarahkan konsumen mengunjungi halaman web resmi perusahaan.  Halaman web perusahaan dipersiapkan untuk memberikan informasi lebih lengkap dibandingkan media lama.

Internet maupun media lama mampu saling menunjang satu sama lain. Ketika media lama digunakan untuk tahap membangun kesadaran (awareness) dari sebuah produk maka internet dapat menjadi lanjutan konsumen untuk memahami (knowledge) sebuah produk. Konsumen dapat mengenal produk yang ditawarkan secara menyeluruh karena informasi yang disajikan melalui halaman web mampu menampung informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan media lama.

Internet atau media baru dengan media lama memiliki perbedaan.  Perbedaan antara internet dengan media lama ditujukan pada jumlah konten informasi yang disajikan, kelompok umur, hingga akses medianya pun berbeda. Sebenarnya perbedaan ini bukan menjadi sebuah kendala perusahaan dalam merencanakan strategi pemasaran. Perusahaan mampu mengintegrasikan internet dengan media lama untuk mencapai tujuan kampanye pemasaran. Keunggulan internet dapat menunjang atau melengkapi informasi yang tidak mampu disampaikan oleh media lama karena keterbatasan konten informasi. Dan ketika sebagai tenaga pemasar mampu mengintegrasikan media internet dengan media lama maka kita mampu mencapai target pasar yang lebih luas dibandingkan kita hanya menggunakan satu jenis media saja. Jadi tidak tepat kita berbicara bahwa internet akan menggantikan media lama dan media lama bertentangan dengan internet sesuai dengan judul artikel ini.